Informasi dan Fakta Seputar Bumi

Fakta dan Informasi Seputar Bumi – Planet sebagai rumah kita telah memberi kita kehidupan dan melindungi kita dari ruang angkasa.

Bumi, planet yang berperan sebagai rumah kita, adalah planet yang tidak ada duanya. Planet ketiga dari matahari, Bumi adalah satu-satunya tempat di alam semesta yang dapat menampung kehidupan.

Dengan jari-jari 3.959 mil, Bumi adalah planet terbesar kelima di tata surya kita, dan planet satu-satunya yang diketahui pasti memiliki air di permukaannya. Bumi juga unik dalam hal penamaannya.

Baca Juga: Cara Menyimpan Video YouTube ke Galeri Anda

Setiap planet tata surya lainnya dinamai dewa Yunani atau Romawi, tetapi beda dengan Bumi. Setidaknya sudah dari seribu tahun yang lalu, beberapa kultur telah menyebut planet ini menggunakan kata Jerman “earth,” yang berarti “daratan”.

Informasi dan Fakta Seputar Bumi

Orbit kita mengelilingi matahari

Bumi mengorbit matahari sekali setiap 365,25 hari. Karena tahun kalender kita hanya memiliki 365 hari, kita menambahkan hari kabisat setiap 4 tahun untuk mengembalikan perbedaan penghitungan harinya.

Meskipun kita tidak bisa merasakannya, Bumi melaju pada orbitnya dengan kecepatan rata-rata 18,5 mil per detik. Selama berputar mengelilingi matahari, Bumi memiliki jarak rata-rata 93 juta mil jauhnya dari matahari, menyebabkan cahaya membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk sampai ke Bumi. Para astronom mendefinisikan jarak ini sebagai satu unit astronomi (AU), ukuran yang berfungsi sebagai tolok ukur kosmik.

Baca:

Bumi berputar pada porosnya setiap 23,9 jam, menentukan siang dan malam untuk penghuni permukaan. Sumbu rotasi ini memiliki kemiringan 23,4 derajat dari bidang orbit Bumi mengelilingi matahari.

Sumbu rotasi yang miring ini memberi kita 4 musim. Belahan Bumi manapun yang mendapat kemiringan dan menjadi lebih dekat ke matahari akan mengalami musim panas, sedangkan belahan yang menjadi lebih jauh ke matahari akan mengalami musim dingin.

Pada musim semi dan gugur, setiap belahan menerima jumlah cahaya yang sama. Pada dua tanggal spesifik setiap tahun yang disebut equinox, kedua belahan yang selalu bertolak belakang ini mendapat terang yang sama ratanya.

Banyak lapisan, berbagai manfaatnya

Sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, gravitasi di tengah-tengah Bumi sekarang ini, membentuk Bumi dari piringan gas berdebu yang mengelilingi matahari kita. Seiring waktu, bagian dalam bumi yang sebagian besar terbuat dari batu silikat dan logam berkembang menjadi empat lapisan.

Di tengah-tengah planet ini terdapat inti bagian dalam, berupa padatan besi dan nikel dengan jari-jari 759 mil dan panas 9.800 derajat Fahrenheit. Inti bagian dalam ini dikelilingi oleh inti bagian luar yang berupa campuran cairan besi dan nikel setebal 1.400 mil.

Di luar inti terluar terletak mantel, lapisan tebal batuan cair kental setebal 1.800 mil dimana kerak bumi berada di atasnya. Di permukaannya, kerak bumi yang berada di daratan memiliki ketebalan rata-rata setebal 19 mil, tetapi kerak bumi yang membentuk dasar laut lebih tipis, hanya sekitar tiga mil tetapi lebih padat.

Seperti Venus dan Mars, Bumi memiliki gunung, lembah, dan gunung berapi. Tetapi tidak seperti saudara kandungnya yang berbatu-batu, hampir 70 persen permukaan bumi ditutupi oleh lautan air cair yang rata-rata dalamnya 2,5 mil. Perairan ini mengandung 97 persen gunung berapi di Bumi dan pegunungan raksasa dengan panjang lebih dari 40.000 mil.

Kerak bumi dan mantel atas terbagi menjadi lempeng-lempeng raksasa yang saling bertabrakan dalam gerakan yang lambat. Saat lempeng-lempeng ini bertabrakan, terpecah, atau meluncur melewati satu sama lain, mereka menimbulkan aktivitas geologi yang cukup aktif. Gempa bumi bergemuruh ketika lempengan-lempengan ini bertabrakan dan saling melintas.

Banyak gunung berapi terbentuk dari kerak di dasar laut yang pecah dan meluncur ke bawah kerak bumi yang berada di daratan. Ketika lempeng Bumi bertabrakan, pegunungan seperti Himalaya semakin terdorong ke atas.

Bidang pelindung dan gas

Atmosfer bumi adalah 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen, dan satu persen gas lain seperti karbon dioksida, uap air, dan argon. Sama seperti rumah kaca, selimut gas ini menyerap dan mempertahankan panas.

Rata-rata, suhu permukaan bumi adalah sekitar 57 derajat Fahrenheit; jika tanpa atmosfer, itu akan menjadi nol derajat Fahrenheit. Dalam dua abad terakhir, manusia telah menambahkan gas rumah kaca yang cukup banyak ke atmosfer sehingga meningkatkan suhu rata-rata bumi sebesar 1,8 derajat Fahrenheit. Panas ekstra ini telah mengubah iklim Bumi.

Atmosfer tidak hanya memberikan kehidupan di Bumi, tetapi juga melindunginya: cukup tebal sehingga banyak meteorit terbakar akibat gesekan sebelum dapat menyentuh permukaan Bumi, dan gas-gasnya seperti ozon, menghalangi sinar ultraviolet yang dapat merusak DNA.

Tetapi untuk semua pekerjaan menakjubkannya, atmosfer sangatlah tipis. Sembilan puluh persen atmosfer Bumi terletak hanya sampai jarak 10 mil dari permukaan planet.

Kita juga menikmati perlindungan dari medan magnet Bumi, yang dihasilkan oleh rotasi planet kita dan inti besi-nikelnya. Medan magnet ini melindungi Bumi dari partikel berenergi tinggi yang diluncurkan kepada kita dari matahari dan di tempat lain di kosmos.

Tetapi karena strukturnya, beberapa partikel tersebut disalurkan ke Kutub Bumi dan bertabrakan dengan atmosfer kita, menghasilkan aurora, fenomena alam yang dikenal oleh beberapa orang sebagai cahaya utara.

Spaceship Earth

Bumi adalah planet yang memiliki peluang terbaik untuk kita pahami secara terperinci, membantu kita mengetahui bagaimana sifat planet berbatu lainnya, bahkan juga sifat dari bintang-bintang yang mengorbit di kejauhan. Akibatnya, para ilmuwan semakin melakukan penelitian terhadap Bumi dari luar angkasa. NASA sendiri memiliki banyak misi yang didedikasikan untuk menyelesaikan misteri planet kita.

Baca Juga: Foto Jika Bumi Benar Benar Tenggelam

Pada saat yang sama, kita memiliki teleskop untuk menemukan Bumi lain. Berkat instrumen seperti Teleskop Luar Angkasa Kepler milik NASA, para astronom telah menemukan lebih dari 3.800 planet yang mengorbit bintang-bintang lain, beberapa di antaranya seukuran Bumi, dan beberapa di antaranya mengorbit di zona sekitar bintang-bintang mereka, dan memiliki suhu yang bersahabat untuk dihuni. Misi lain, seperti Transiting Exoplanet Survey Satellite, siap untuk menemukan lebih banyak planet lagi.

Nah, itulah fakta seputar bumi yang menarik untuk diketahui. Bagaimana menurut Anda?